RSS

Kamis, 05 Februari 2015

1 komentar
1.      latar belakang

          Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain. Yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain seperti binatang ataupun tumbuhan adalah manusia dibekali dengan akal, intelegensi, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi, dan perilaku yang berfungsi mengembangkan setiap hal yang mereka dapatkan dan mereka ketahui, dan itu nantinya dapat berguna bagi kelangsungan hidup mereka. Dari situlah terbentuk berbagai macam kebudayaan.

            Kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan oleh manusia dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Untuk itu, diperlukan norma – norma yang mengatur pada kebutuhan pokok di dalam masyarakat. Norma-norma tersebut dapat dirinci menurut fungsi-fungsi khasnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. 

 2.     Konsep Dasar Manusia 

        Manusia Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Manusia terdiri dari 4 unsur:
  1. Jasad    : Tubuh manusia yang dapat dilihat dan diraba
  2. Hayat   : Unsur hidup yang ditandai dengan aktivitas
  3. Ruh      : Bersifat spritual berhubugan langsung dengan Tuhan
  4. Nafs     : Kesadaran/akal tentang diri sendiri
Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur :
  1. ID                    : Merupakan kepribadian yang mendasar
  2. EGO                : Bagian dari ID sebagai kepribadian yang berbeda dari lainnya
  3. SUPER EGO   : Struktur kepribadian yang paling akhir terbentuk dari luar
Hakekat Manusia

1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
3.      Makhluk biokultural
4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Pengertian Pranata Sosial

       Pranata sosial merupakan terjemahan dari sosial institution, walaupun para sarjana sosiologi belum mempunyai kata sepakat tentang hal itu. Karena sosial institusional selain diartikan pranata sosial, juga diartikan bangunan sosial yang merupakan terjemahan dari soziale gebilde (bahasa jerman), bahkan ada pula yang mengartikan lembaga kemasyarakatan.
Beberapa definisi pranata sosial menurut ahli sosiologi adalah sebagai berikut
  • Koenjaraningrat (1990), berpendapat bahwa pranata sosial merupakan unsur-unsur yang mengatur perilaku para warga masyarakat yang saling berinteraksi.
  • Soekanto (1987), berpendapat bahwa pranata sosial merupakan lembaga kemasyarakatan yang lebih menunjukan suatu bentuk dan sekaligus mengandung pengertian-pengertian abstrak perihal adanya norma-norma dan peraturan tertentu yang menjadi cirri dari sautu lembaga.
  • Mac Iver dan Charles (1988), berpendapat bahwa pranata sosial merupakan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara suatu prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam suatu kelompok kemasyarakatan atau sosial.
Dan masih banyak pendapat-pendapat lain yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi lainnya.

Ciri-ciri Pranata Sosial

Secara lengkap ciri-ciri pranata sosial diberikan oleh Gillin and Gillin dalam General features of institution diuraikan secara umum sebagai berikut:

1. Suatu lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga kemasyarakatan.
3. Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
4.Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan seperti bangunan, peralatan, mesin dan lain sebagainya.
5. Lambang- lambang juga merupakan cirri khas dari lembaga-lembaga kemasyarakatan.
6. Suatu kembaga kemasyarakatan mempunyai tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merumuskan tujuan, tata tertib yang berlaku,dan lain-lain.

Fungsi Pranata Sosial 

1) Memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkahlaku atau bersikap di dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan.
2) Menjaga keutuhan masyarakat
3) Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian sosial 
(sosial control ). Artinya system pengawasan masyarakat terhadap tingkahlaku anggota-anggotanya.

Fungsi-fungsinya diatas menyatakan bahwa apabila seseorang hendak mempelajari kebudayaan dan masyarakat tertentu maka harus pula memperhatikan secara teliti lembaga-lembaga kemasyarakatan di masyarakat yang bersangkutan.

bentuk-bentuk pranata kebudayaan yang ada dalam kehidupan masyarakat.
Pranata keluarga

Definisi :

        Pranata keluarga (family institution), dapat didefinisikan sebagai kelompok yang dipersatukan oleh ikatan perkawinan atau pertalian darah atau adopsi yang terbentuk dalam satu rumah tangga saling interaksi dan berkomunikasi melalui peran-perannya.berdasarkan Undang-undang No 1 tahun 1974 pasal 1 dijelaskan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal, berdasarkan Ketuhan Yang Maha Esa.

       Sedangkan menurut Goode (1987) mendefinisikan pranata keluarga sebagai suatu unsure dalam stuktur sosial yang memiliki karakteristik universal dan dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Beberapa karakteristik pranata keluarga menurut Goode adalah :

1). Keluarga terdiri dari orang-orang yang beratu karena ikatan perkawinan, hubungan darah atau adopsi.
2). Suatu keluarga umumnya memiliki anggota keluarga yang hidup bersama-sama dalam satu rumah dan membentuk rumah tangga.
3). Keluarga merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dengan tradisi masyarakat setempat.
4). Suatu keluarga dapat mempertahankan kebudayaan secara bersama.
Peran dan fungsi keluarga :

1. Fungsi reproduksi
2. Fungsi afeksi
3. Fungsi penentuan status
4. Fungsi Sosialisasi
5. Fungsi ekonomis
6. Fungsi perlindungan
7. Fungsi Pengawasan Sosial

Pranata Ekonomi

Definisi :

Pranata ekonomi adalah seperangkat norma atau aturan-aturan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.

Peran pranata ekonomi dalam mengatur pola ekonomi manusia adalah sebagai berikut :

1). Pengaturan produksi barang dan jasa

Produksi mencakup kegiatan untuk membuat suatu barang semakin bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Misalnya, produksi gula. Gula mempunyai manfaat dari pada tebu. Untuk melakukan proses produksi diperlukan unsur-unsur produksi berupa tenaga kerja, modal, dan tentu saja bahan mentah atau bahan baku.

2). Fungsi distribusi barang dan jasa

Distibusi adalah proses penyaluran barang dan jasa dari produsen konsumen. Penyaluran barang dan jasa dapat dilakukan secara langsung, yaitu dari produsen ke konsumen, dapat juga melalui pelantara.

3). Fungsi konsumsi barang dan jasa

Suatu kehidupan dikatakan layak jika kebutuhan barang dan jasa dapat terpenuhi. Hidup layak sangat tergantung pada tiga factor: pendapatan, tersedianya barang dan jasa, serta tingkat harga barang dan jasa.

Pranata politik 

Definisi :

Pranata politik adalah upaya atau kegiatan partai politik sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki cirri khas tersendiri dan bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan dengan berbekal ilmu kenegaraan atau tata Negara.

Peran dan Funsi Pranata Politik :
Untuk memenuhi kebutuhan manusia demi memperjuangkan dan melaksanakan kedaulatan rakyat melalui badan legeslatif, eksekutif dan yudukatif untuk mengembangkan dan membina masyarakat ke arah kesejahteraan, ketertiban, dan ketentraman hidup.

Pranata pendidikan
Definisi :

Menurut undang-undang RI No 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Satuan pendidikan meliputi pendidikan sekolah dan jalur luar sekolah.

Peranan dan fungsi pranata pendidikan :
Fungsi pranata pendidikan dalam masyarakat adalah sebagai berikut :

1) Fungsi manifest, yaitu fungsi yang memiliki peranan membantu seseorang agar mampu secara mandiri mencarai nafkah dan mengembangkan potensinya dalam memenuhi kebutuhan pribadi bersama dengan proses pembangunan.

2) Fungsi laten, yaitu dimana pendidikan dapat menjadi masyarakat tahu akan fungsi yang dimaksud, tapi masyarakat tidak menyadari atau seolah-olah tidak tahu. Misalnya: hasil lulusannya berkualitas rendah akan mengakibatkan tenaga kerja tidak siap memasuki dunia pendidikan

Pranata Agama

Definisi :

Pranata agama adalah seperangkat aturan yang mengatur kehidupan manusia, baik manusia dengan sesame mahluk lainnya maupun dengan penciptanya.
Peranan pranata agama :

Beberapa fungsi agama yang dapat kita bahas adalah fungsi manifest dan fungsi laten dari agama.

1). Fungsi manifes agama adalah pendidikan agama yang disampaikan bersifat pernyataan terbuka, sarat muatan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat melalui doktrin, ritual, dan perilaku.

2). Fungsi laten agama dalah pendidikan agama yang sebagian kegiatannya tanpa disadari dapat berkembang menjadi pendorong munculnya kegiatan lainnya karena sifatnya tersembunyi, misalnya pada saat pertemuan atau kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat, mereka umumnya ingin tampil dengan pakaian yang rapi.

Pranata Pelayanan Sosial dan Kesehatan

Befungsi untuk memenuhi kebutuhan melayani warga masyarakat yang terlantar dan membutuhkan pertolongan serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan pemeliharaan kesehatan, kebugaran jasmani, termasuk kecantikan.

Pranata Seni dan Kreasi

Berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan penghayatan seni dan pemulihan kesegaran jasmani dan mental. Pranata pembantunya, antara lain : seni rupa, seni musik, seni tari, seni teatre, seni sastra, olah raga, wisata dan hiburan lainnya.

Pranata Ilmiah

Berfungsi memenuhi kebutuhan masyarakat mengembangkan ilmu dan menerapkannya serta menerapkan hasil ilmu dalam bentuk teknologi dan menerapkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prana pembantunya, antara lain : penelitian dan pengembangan ilmu dasar, pengembangan dan penerapan ilmu terapan, pengembangan dan penelitian teknologi tepat guna, teknologi tinggi, teknologi pertanian, teknologi penerbangan, dan teknologi komunikasi satelit.

4.      Pembahasan

Kaitan Manusia dan Kebudayaan 

Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain  hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap yaitu:
  1. Eksternalisasi   : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
  2. Obyektivitas     : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
  3. Internalisasi      : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia  menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai

1.      Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.      Pembeda manusia dan binatang         
5.      Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6.   Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7.      Sebagai modal dasar pembangunan.

Manusia dan Penciptaan Pranata Kebudayaan

            Pranata kebudayaan tercipta karena adanya peraturan dan norma yang disepakati bersama oleh semua anggota masyarakat, dimana masyarakat dalam hal ini berperan sebagai subjek dalam proses penciptaan pranata kebudayaan.
Contoh masalah :

Dampak penutupan prostitusi Dolly

            Pada tahun 2014 mendatang pemkot Surabaya akan berencana menutup kawasan lokalisasi Dolly dan dan Jarak di Kecamatan Sawahan. Dugaan akan munculnya lokalisasi baru patut diwaspadai, karena keberadaan bisnis prostitusi sendiri tidak lepas dari hukum ekonomi. Pada awalnya seks adalah ruang privat dan merupakan kebutuhan pribadi. Ketika kebutuhan tidak bisa dikendalikan, maka institusi perdagangan pun muncul layaknya hukum ekonomi supply and demand. Sehingga prostitusi merupakan jelmaan dari institusi  perdagangan dengan komoditas layanan seks.

Sedangkan tujuan sebenarnya didirikannya lokalisasi prostitusi adalah untuk melokalisir PSK yang bertebaran di beberapa ruas jalan sehingga meresahkan warga. Di samping itu juga untuk memudahkan pengawasan. Di sinilah dilema yang akan dihadapi oleh Pemkot Surabaya dalam upaya menghilangkan stigma bahwa Surabaya adalah kota prostitusi terbesar di Indonesia.

Slamet Riyadi menyatakan, penutupan lokasi prostitusi tidak menyelesaikan masalah, “Yang seharusnya dibubarkan adalah para pembelinya,” katanya menanggapi rencana penutupan lokasi prostitusi Dolly di Surabaya. Bahkan kata Slamet, Seringkali isu penutupan itu dimunculkan karena permainan politik menjelang pilkada, supaya para calon dapat simpati.

Ancaman penutupan kawasan pelacuran terbesar di Indonesia Gang Dolly Surabaya menuai kecaman dari tokoh lokalisasi di Surabaya. Penutupan itu dianggapnya berlebihan dan tidak memedulikan warga yang selama ini mengandalkan penghidupan dari kawasan tersebut. Berdasarkan penelitian PKBI di sejumlah lokalisasi, para pekerja seks perempuan umumnya berlatarbelakang keluarga miskin dan budaya patriarki yang menomor-duakan posisi perempuan di masyarakat. 

Warga sekitar juga mengandalkan hidup dari kawasan ini, ribuan toko dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan ini tiap malam meraih keuntungan besar. "Kalau sampai ditutup, mereka lantas makan apa," katanya.

Sumber Referensi :

(http://masalah/Dampak%20Tutupnya%20Lokasi%20Prostitusi%20di%20Surabaya%20%20%20Indiependen)

(http://Lampost.co/masalah/Ancaman Penutupan Bikin Geram Warga Dolly)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS