Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan makhluk yang lain. Yang membedakan manusia dengan
makhluk yang lain seperti binatang ataupun tumbuhan adalah manusia
dibekali dengan akal, intelegensi, intuisi, perasaan, emosi, kemauan,
fantasi, dan perilaku yang berfungsi mengembangkan setiap hal yang
mereka dapatkan dan mereka ketahui, dan itu nantinya dapat berguna bagi
kelangsungan hidup mereka. Dari situlah terbentuk berbagai macam
kebudayaan.
Kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan oleh manusia
dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma,
nilai dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat dengan masyarakat lainnya. Untuk itu, diperlukan norma –
norma yang mengatur pada kebutuhan pokok di dalam masyarakat.
Norma-norma tersebut dapat dirinci menurut fungsi-fungsi khasnya dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya dalam masyarakat.
2. Konsep Dasar Manusia
Manusia Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta),
“mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang
berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum
pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan
berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
- Jasad : Tubuh manusia yang dapat dilihat dan diraba
- Hayat : Unsur hidup yang ditandai dengan aktivitas
- Ruh : Bersifat spritual berhubugan langsung dengan Tuhan
- Nafs : Kesadaran/akal tentang diri sendiri
- ID : Merupakan kepribadian yang mendasar
- EGO : Bagian dari ID sebagai kepribadian yang berbeda dari lainnya
- SUPER EGO : Struktur kepribadian yang paling akhir terbentuk dari luar
1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
3. Makhluk biokultural
4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Pengertian Pranata Sosial
Pranata sosial merupakan terjemahan dari sosial institution, walaupun para sarjana sosiologi belum mempunyai kata sepakat tentang hal itu. Karena sosial institusional selain diartikan pranata sosial, juga diartikan bangunan sosial yang merupakan terjemahan dari soziale gebilde (bahasa jerman), bahkan ada pula yang mengartikan lembaga kemasyarakatan.
Beberapa definisi pranata sosial menurut ahli sosiologi adalah sebagai berikut
- Koenjaraningrat (1990), berpendapat bahwa pranata sosial merupakan unsur-unsur yang mengatur perilaku para warga masyarakat yang saling berinteraksi.
- Soekanto (1987), berpendapat bahwa pranata sosial merupakan lembaga kemasyarakatan yang lebih menunjukan suatu bentuk dan sekaligus mengandung pengertian-pengertian abstrak perihal adanya norma-norma dan peraturan tertentu yang menjadi cirri dari sautu lembaga.
- Mac Iver dan Charles (1988), berpendapat bahwa pranata sosial merupakan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara suatu prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam suatu kelompok kemasyarakatan atau sosial.
Ciri-ciri Pranata Sosial
Secara lengkap ciri-ciri pranata sosial diberikan oleh Gillin and
Gillin dalam General features of institution diuraikan secara umum
sebagai berikut:
1. Suatu lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola-pola pemikiran
dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas
kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga kemasyarakatan.
3. Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
4.Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan seperti
bangunan, peralatan, mesin dan lain sebagainya.
5. Lambang- lambang juga merupakan cirri khas dari lembaga-lembaga kemasyarakatan.
6. Suatu kembaga kemasyarakatan mempunyai tradisi tertulis ataupun
tidak tertulis yang merumuskan tujuan, tata tertib yang berlaku,dan
lain-lain.
Fungsi Pranata Sosial
1) Memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus
bertingkahlaku atau bersikap di dalam menghadapi masalah-masalah dalam
masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan.
2) Menjaga keutuhan masyarakat
3) Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system
pengendalian sosial
(sosial control ). Artinya system pengawasan
masyarakat terhadap tingkahlaku anggota-anggotanya.
Fungsi-fungsinya diatas menyatakan bahwa apabila seseorang hendak
mempelajari kebudayaan dan masyarakat tertentu maka harus pula
memperhatikan secara teliti lembaga-lembaga kemasyarakatan di masyarakat
yang bersangkutan.
bentuk-bentuk pranata kebudayaan yang ada dalam kehidupan masyarakat.
Pranata keluarga
Definisi :
Pranata keluarga (family institution), dapat didefinisikan
sebagai kelompok yang dipersatukan oleh ikatan perkawinan atau pertalian
darah atau adopsi yang terbentuk dalam satu rumah tangga saling
interaksi dan berkomunikasi melalui peran-perannya.berdasarkan
Undang-undang No 1 tahun 1974 pasal 1 dijelaskan bahwa perkawinan adalah
ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita
sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal, berdasarkan Ketuhan Yang Maha Esa.
Sedangkan menurut Goode (1987) mendefinisikan pranata keluarga
sebagai suatu unsure dalam stuktur sosial yang memiliki karakteristik
universal dan dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Beberapa
karakteristik pranata keluarga menurut Goode adalah :
1). Keluarga terdiri dari orang-orang yang beratu karena ikatan perkawinan, hubungan darah atau adopsi.
2). Suatu keluarga umumnya memiliki anggota keluarga yang hidup bersama-sama dalam satu rumah dan membentuk rumah tangga.
3). Keluarga merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dengan tradisi masyarakat setempat.
4). Suatu keluarga dapat mempertahankan kebudayaan secara bersama.
Peran dan fungsi keluarga :
1. Fungsi reproduksi
2. Fungsi afeksi
3. Fungsi penentuan status
4. Fungsi Sosialisasi
5. Fungsi ekonomis
6. Fungsi perlindungan
7. Fungsi Pengawasan Sosial
2. Fungsi afeksi
3. Fungsi penentuan status
4. Fungsi Sosialisasi
5. Fungsi ekonomis
6. Fungsi perlindungan
7. Fungsi Pengawasan Sosial
Pranata Ekonomi
Definisi :
Pranata ekonomi adalah seperangkat norma atau aturan-aturan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.
Peran pranata ekonomi dalam mengatur pola ekonomi manusia adalah sebagai berikut :
Produksi mencakup kegiatan untuk membuat suatu barang semakin bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Misalnya, produksi gula. Gula mempunyai manfaat dari pada tebu. Untuk melakukan proses produksi diperlukan unsur-unsur produksi berupa tenaga kerja, modal, dan tentu saja bahan mentah atau bahan baku.
2). Fungsi distribusi barang dan jasa
Distibusi adalah proses penyaluran barang dan jasa dari produsen konsumen. Penyaluran barang dan jasa dapat dilakukan secara langsung, yaitu dari produsen ke konsumen, dapat juga melalui pelantara.
3). Fungsi konsumsi barang dan jasa
Suatu kehidupan dikatakan layak jika kebutuhan barang dan jasa dapat terpenuhi. Hidup layak sangat tergantung pada tiga factor: pendapatan, tersedianya barang dan jasa, serta tingkat harga barang dan jasa.
Pranata politik
Definisi :
Pranata politik adalah upaya atau kegiatan partai politik sebagai
organisasi kemasyarakatan yang memiliki cirri khas tersendiri dan
bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan dengan berbekal ilmu kenegaraan
atau tata Negara.
Peran dan Funsi Pranata Politik :
Untuk memenuhi kebutuhan manusia demi memperjuangkan dan melaksanakan
kedaulatan rakyat melalui badan legeslatif, eksekutif dan yudukatif
untuk mengembangkan dan membina masyarakat ke arah kesejahteraan,
ketertiban, dan ketentraman hidup.
Pranata pendidikan
Definisi :
Menurut undang-undang RI No 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha
sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Satuan
pendidikan meliputi pendidikan sekolah dan jalur luar sekolah.
Peranan dan fungsi pranata pendidikan :
Fungsi pranata pendidikan dalam masyarakat adalah sebagai berikut :
1) Fungsi manifest, yaitu fungsi yang memiliki peranan membantu
seseorang agar mampu secara mandiri mencarai nafkah dan mengembangkan
potensinya dalam memenuhi kebutuhan pribadi bersama dengan proses
pembangunan.
2) Fungsi laten, yaitu dimana pendidikan dapat menjadi masyarakat
tahu akan fungsi yang dimaksud, tapi masyarakat tidak menyadari atau
seolah-olah tidak tahu. Misalnya: hasil lulusannya berkualitas rendah
akan mengakibatkan tenaga kerja tidak siap memasuki dunia pendidikan
Pranata Agama
Definisi :
Pranata agama adalah seperangkat aturan yang mengatur kehidupan
manusia, baik manusia dengan sesame mahluk lainnya maupun dengan
penciptanya.
Peranan pranata agama :
Beberapa fungsi agama yang dapat kita bahas adalah fungsi manifest dan fungsi laten dari agama.
1). Fungsi manifes agama adalah pendidikan agama yang disampaikan
bersifat pernyataan terbuka, sarat muatan dan dapat dimanfaatkan secara
langsung oleh masyarakat melalui doktrin, ritual, dan perilaku.
2). Fungsi laten agama dalah pendidikan agama yang sebagian
kegiatannya tanpa disadari dapat berkembang menjadi pendorong munculnya
kegiatan lainnya karena sifatnya tersembunyi, misalnya pada saat
pertemuan atau kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat, mereka
umumnya ingin tampil dengan pakaian yang rapi.
Pranata Pelayanan Sosial dan Kesehatan
Befungsi untuk memenuhi kebutuhan melayani warga masyarakat yang
terlantar dan membutuhkan pertolongan serta memenuhi kebutuhan
masyarakat akan pemeliharaan kesehatan, kebugaran jasmani, termasuk
kecantikan.
Pranata Seni dan Kreasi
Berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan penghayatan seni
dan pemulihan kesegaran jasmani dan mental. Pranata pembantunya, antara
lain : seni rupa, seni musik, seni tari, seni teatre, seni sastra, olah
raga, wisata dan hiburan lainnya.
Pranata Ilmiah
Berfungsi memenuhi kebutuhan masyarakat mengembangkan ilmu dan
menerapkannya serta menerapkan hasil ilmu dalam bentuk teknologi dan
menerapkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prana
pembantunya, antara lain : penelitian dan pengembangan ilmu dasar,
pengembangan dan penerapan ilmu terapan, pengembangan dan penelitian
teknologi tepat guna, teknologi tinggi, teknologi pertanian, teknologi
penerbangan, dan teknologi komunikasi satelit.
4. Pembahasan
Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia
sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang
dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan
kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan
masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta
melalui tiga tahap yaitu:
- Eksternalisasi : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
- Obyektivitas : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
- Internalisasi : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara
manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan
oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk
berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka
bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia,
intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua
kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan
kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan.
Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah
produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang
menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang
diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai
pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil
karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam
melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan
memiliki peran sebagai
1. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda manusia dan binatang
5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya
bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang
lain.
7. Sebagai modal dasar pembangunan.
Manusia dan Penciptaan Pranata Kebudayaan
Pranata kebudayaan tercipta karena
adanya peraturan dan norma yang disepakati bersama oleh semua anggota
masyarakat, dimana masyarakat dalam hal ini berperan sebagai subjek dalam proses penciptaan pranata kebudayaan.
Contoh masalah :
Dampak penutupan prostitusi Dolly
Pada tahun 2014 mendatang pemkot
Surabaya akan berencana menutup kawasan lokalisasi Dolly dan dan Jarak
di Kecamatan Sawahan. Dugaan akan munculnya lokalisasi baru patut
diwaspadai, karena keberadaan bisnis prostitusi sendiri tidak lepas dari
hukum ekonomi. Pada awalnya seks adalah ruang privat dan merupakan
kebutuhan pribadi. Ketika kebutuhan tidak bisa dikendalikan, maka
institusi perdagangan pun muncul layaknya hukum ekonomi supply and demand. Sehingga prostitusi merupakan jelmaan dari institusi perdagangan dengan komoditas layanan seks.
Sedangkan tujuan sebenarnya didirikannya lokalisasi prostitusi adalah
untuk melokalisir PSK yang bertebaran di beberapa ruas jalan sehingga
meresahkan warga. Di samping itu juga untuk memudahkan pengawasan. Di
sinilah dilema yang akan dihadapi oleh Pemkot Surabaya dalam upaya
menghilangkan stigma bahwa Surabaya adalah kota prostitusi terbesar di
Indonesia.
Slamet Riyadi menyatakan, penutupan lokasi prostitusi tidak
menyelesaikan masalah, “Yang seharusnya dibubarkan adalah para
pembelinya,” katanya menanggapi rencana penutupan lokasi prostitusi
Dolly di Surabaya. Bahkan kata Slamet, Seringkali isu penutupan itu
dimunculkan karena permainan politik menjelang pilkada, supaya para
calon dapat simpati.
Ancaman penutupan kawasan pelacuran terbesar di Indonesia Gang Dolly
Surabaya menuai kecaman dari tokoh lokalisasi di Surabaya. Penutupan itu
dianggapnya berlebihan dan tidak memedulikan warga yang selama ini
mengandalkan penghidupan dari kawasan tersebut. Berdasarkan penelitian
PKBI di sejumlah lokalisasi, para pekerja seks perempuan umumnya
berlatarbelakang keluarga miskin dan budaya patriarki yang
menomor-duakan posisi perempuan di masyarakat.
Warga sekitar juga mengandalkan hidup dari kawasan ini, ribuan toko
dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan ini tiap malam
meraih keuntungan besar. "Kalau sampai ditutup, mereka lantas makan
apa," katanya.
Sumber Referensi :
(http://masalah/Dampak%20Tutupnya%20Lokasi%20Prostitusi%20di%20Surabaya%20%20%20Indiependen)
(http://Lampost.co/masalah/Ancaman Penutupan Bikin Geram Warga Dolly)





